Sumber : thoughtcatalog.files.wordpress.com

Devenews.com-Jakarta. Penipu, buaya darat, atau pengkhianat adalah kata-kata yang biasa disematkan kepada orang-orang yang berselingkuh. Bagaimana tidak, hubungan yang dijaga sedemikian rupa langsung hancur ketika ada orang ketiga muncul di tengahnya. Dalam sebuah hubungan, memang tidak pernah ada yang berjalan mulus. Masalahnya, beberapa orang memilih untuk keluar dari masalah dengan cara “mencari” pasangan gelap atau sekedar TTM (teman tapi mesra) dengan orang lain. Dilansir dari dailymail, dalam hal ini, para peneliti mencari tahu, apakah orang-orang yang memilih untuk berselingkuh lebih pintar dari orang yang dapat dipercaya? Tingkat Kepintaran Pria Peselingkuh Lebih Rendah Dibandingkan Orang yang Dapat Dipercaya!

Mungkin para peselingkuh merasa pintar karena bisa menipu atau membohongi kekasihnya dan kekasih lainnya. Diambil dari beberapa sumber, kenyataannya orang yang berselingkuh biasanya memiliki tingkat kepintaran lebih rendah dibandingkan orang yang dapat dipercaya. Dr. Satoshi Kanazawa, seorang evolusioner psikologi dari London School of Economics and Political Science mengatakan, semakin pintar seseorang, maka semakin kecil kemungkinan ia berselingkuh.

Dalam penelitiannya, Kanazawa menganalisis dua kelompok pria, yaitu ribuan remaja dan orang dewasa di Amerika mengenai IQ dan sikap sosialnya. Ia menyimpulkan pria yang pintar lebih menghargai eksklusivitas seksual dibandingkan yang kepintarannya lebih rendah (IQ). Tidak tercatat mengenai wanita dalam penelitian ini.

Daniela Schreier, seorang psikologi sekaligus asisten profesor di Chicago School of Professional Psychology juga tidak terlalu terkejut dengan hasil penelitian Kanazawa. Ia mengatakkan, orang yang memiliki kecerdasan lebih rendah biasanya tidak terlalu memikirkan permasalahan yang timbul akibat perselingkuhan. Mereka lebih mungkin untuk menghilangkan rasa bersalah dalam dirinya. “Jika Anda bukan termasuk pemikir, Anda tinggal melakukannya dan melanjutkan hidup seperti biasa,” kata Daniela.

Namun, ia juga menambahkan, jangan sampai penelitian ini terlalu menjadi acuan bagi para pasangan. Banyak juga orang yang memiliki tingkat kecerdasan tinggi namun masih berselingkuh.

Sebenarnya, semua kembali kepada pribadi masing-masing, apakah memilih untuk tetap setia atau mencari “kesenangan” lain. Perselingkuhan memang nikmat, tapi hanya sesaat. Kalau memang merasa tidak cocok dengan pacar, ada baiknya untuk berkomunikasi satu sama lain, bagaimana solusi yang tepat apapun itu selain berselingkuh. Ketika kepercayaan rusak, maka ia tak akan bisa kembali seperti semula.[][Cynthia Li]]