pengaruh dan dampak dari memiliki ‘pekerjaan buruk’ terhadap kesehatan mental dan fisik seseorang
media.tabloidbintang.com

DeveNews.Com-Jakarta. Malas bekerja di hari Senin atau karena bos yang selalu marah, apapun alasannya itu, pekerjaan buruk atau toxic job dapat membawa pengaruh buruk bagi kesehatan seseorang jangka panjang. Dilansir dari laman medicaldialy.com, berikut 5 pengaruh dan dampak dari memiliki ‘pekerjaan buruk’ terhadap kesehatan mental dan fisik seseorang !

  1. Membangun Kebiasaan Malas

Salah satu dampak buruk yang dapat dihasilkan karena terbiasa duduk didepan layar komputer seharian selama bekerja adalah rasa malas yang konstan. Rasa malas untuk bergerak ini dapat meningkatkan resiko obesitas dan berbagai penyakit serius lainnya di masa mendatang. Selain itu, penggunaan gadget seperti komputer atau laptop juga dapat menyebabkan permasalahan pada mata, seperti rabun, mata kering, dan lain sebagainya. Para ahli kebugaran menyarankan untuk setidaknya mengambil jeda lima menit saja setiap harinya ketika bekerja untuk bergerak atau sekedar berjalan di dalam kantor. Furthermore, you may also consider performing desk exercises.

  1. Bekerja Diluar Jam Kerja

Di tahun 2018, para peneliti menemukan fakta bahwa mengecek email dan dokumen yang berhubungan dengan pekerjaan diluar jam kantor dapat meningkatkan level stress pada seseorang. Selain itu, kebiasaan ini juga dapat berdampak pada hubungan individu dengan keluarganya. Mulai atur dan jalani kebiasaan untuk membatasi diri dari pekerjaan kantor diluar office hours, misal dengan mematikan notifikasi email tertentu, atau mengecek pekerjaan dalam jangka waktu beberapa jam sekali.

  1. Menggangu Kehidupan Sosial dan Kualitas Tidur

Bekerja dengan jam yang tidak dapat diprediksi dapat menyebabkan gangguan tidur sehingga kemungkinan seseorang untuk terkena penyakit kronis akan semakin besar. Selain itu, kualitas tidur yang terganggu juga dapat menyebabkan menurunnya kinerja dan performa seseorang. Kualitas tidur yang kurang baik juga dapat menimbulkan rasa isolasi pada seseorang, sehingga malas untuk melakukan aktivitas sosial diluar ruangan. ,” jelas Christina Maslach selaku profesor psikologi dari University of California.

  1. Bekerja Sama Dengan ‘Toxic Co-Workers’

 Menurut Kevil Kelloway dari St. Mary University, perlakuan tidak adil atau kurang mengenakkan dari rekan kerja dapat menjadi pemicu stress yang tinggi bagi seseorang. Mengejutkannya lagi, berada dalam satu lingkungan dengan bos atau rekan kerja yang tidak cocok juga dapat merusak kesehatan mental jangka panjang. Banyak karyawan yang mengeluhkan bahwa atasan mereka adalah sumber stress nomor 1 dalam lingkungan pekerjaan. Selain itu, psikolog juga menemukan fakta bahwa 50% karyawan yang sedang dilanda stress memiliki peforma yang sangat buruk dalam tes kognitif.

  1. Mempengaruhi Pola Makan

Studi telah membuktikan bahwa lingkungan kerja membentuk pola makan yang tidak sehat pada karyawannya. Hal ini dikarenakan level stress yang tinggi sehingga individu cenderung mengkonsumsi makanan manis dan instan di tempat kerja. Stephen J. Onufrank selaku peneliti dari CDC juga menyatakan bahwa umumnya karyawan kantoran mengkonsumsi makanan atau camilan yang tinggi kalori, gula dan sodium setiap harinya. “Employers can offer appealing and healthy options in cafeterias, vending machines, and at meetings and social events.”

[Bella Setiawati]