memori semantik
gstatic.com

DeveNews.Com-Jakarta. Memori semantik adalah memori umum atau general mengenai pengetahuan yang kita dapatkan dari lingkungan kita selama kita hidup. Pengetahuan umum ini bisa berarti kumpulan fakta, ide, makna dan konsep yang kita dapatkan dari pengaruh latar belakang, pendidikan, budaya dan lain sebagainya. Kumpulan memori ini lah yang kemudian akan membentuk pola pikir kita terhadap hal-hal yang terjadi sehari-hari.

Memori sematik berperan penting dalam survival kita dalam kehidupan, karena terdiri dari memori-memori episodik dari berbagai hal yang terjadi dalam hidup kita. Memori satu ini juga berpengaruh terhadap kemampuan kita untuk mempelajari hal baru dalam kehidupan sehari-hari. Kita juga secara konstan membutuhkan pengasahan untuk mengembangkan memori semantik agar terhindar dari dementia.

Orang-orang yang menderita dementia umumnya memiliki ketidakmampuan dan disorientasi memori akibat adanya gangguan pada lobus temporal anterior, sehingga mengalami kesulitan untuk memahami kata. Mereka yang menderita alzheimer juga memiliki gejala yang sama dengan para penderita dementia. Dementia semantik sendiri merupakan penyakit degenerasi yang secara progresif menyebabkan kita kehilangan pengetahuan dan kemampuan pemahaman semantik sehari-hari, mulai dari berbahasa hingga hilangnya kemampuan untuk membaca dan menulis.

Para penderita dementia semantik tidak dapat membaca  kata atau huruf. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2010 silam menyatakan bahwa dementia semantik membuat penderitanya mengalami penurunan drastis pada kemampuan kognitif dan proses pengolahan kata.

Lalu bagian otak mana yang sesungguhnya menyimpan memori satu ini? Memori semantik biasanya terhubung dengan bagian lobus temporal sebelah kiri pada otak karena bagian otak inilah yang berfungsi untuk menyimpan serta memahami informasi verbal, lain halnya dengan lobus temporal kanan yang lebih banyak menyimpan serta mengolah informasi non-verbal dan identifikasi wajah.

Untuk meningkatkan fungsi memori semantik pada otak, kita dapat melakukan kegiatan sederhana seperti bermain puzzle dan teka-teki silang, karena memori satu ini berguna untuk menyimpan makna serta hubungan antara kata dengan konsep-konsep verbal.

Kabar baiknya, menurut sebuah penelitian, memori semantik tidak mengalami penuaan akibat umur. Justru, memori satu ini akan terus meningkat kemampuannya seiring pertambahan usia akibat efek dari pembelajaran yang terjadi secara terus menerus dalam hidup kita selama kita berkembang dewasa.

[Bella Setiawati]