Minyak Sayur
dnaindia.com

DeveNews.Com-Jakarta. Banyak studi yang telah menyarankan kita untuk beralih ke alternatif lain dalam memasak, yakni dengan menggunakan lemak baik seperti mentega dan minyak kelapa untuk mencegah resiko penyakit kronis termasuk kanker. Penggunaan minyak sayur hingga kanola ditengarai dapat memicu tingginya LDL atau kolesterol buruk pada seseorang dan disarankan untuk diganti, karena menjadi penyebab utama beberapa penyakit lainnya seperti hipertensi, diabetes, gangguan jantung hingga obestias. Walaupun begitu, lemak jenuh sesungguhnya masih dibutuhkan oleh beberapa bagian vital tubuh untuk berfungsi seperti metabolisme.

Dr. Joseph Mercola dalam jurnalnya berjudul “Mengapa Minyak Sayur Bersifat Karsiogenik?” yang diterbitkan dalam halaman Armercola.com menyatakan bahwa minyak sayur mengandung asam linoleat omega 6 yang tinggi, sehingga jika dikonsumsi terus menerus dapat menimbulkan ketidak-seimbangan nutrisi dalam tubuh antara omega 3 dan omega 6. Itulah asalan utama Dr. Joseph menyatakan bahwa minyak sayur bersifat karsinogenik dan dapat menyebabkan kanker.

Konsumsi lemak jenuh hewani seperti mentega dapat mengurangi resiko kanker hingga 27%, hal ini terbukti berdasarkan data kesehatan yang dikumpulkan dr. Joseph mulai dari tahun 1970 hingga 2014, dimana 87% sisanya mengalami peningkatan resiko kanker karena konsumsi minyak sayur. “Tubuh memiliki metabolisme alami terhadap omega 3 dan omega 6 serta mengubahnya menjadi eicosanoids (sejenis hormon). Faktanya, omega 3 berperan sebagai anti inflamasi pada tubuh sedangkan omega 6 memiliki efek proinflamasi, sehingga dapat memblok efek anti inflamasi baik dari omega 3.

Kini, mayoritas dewasa berusia 25 tahun mengkonsumsi makanan tinggi omega 6 dibanding omega 3 dalam pola makannya sehari-hari. Ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan banyak komplikasi pada kesehatan tubuh seperti gangguan kesehatan jantung, peradangan hingga inflamasi dan kanker pada payudara, prostat, kolon hingga paru-paru. “Menurut penelitian ini, omega 6 menjadi penyebab kenapa minyak sayur sangat buruk untuk dikonsumsi , bahkan kandungan ini membawa dampak lebih buruk bagi kesehatan individu dibanding fruktosa atau sirup gula buatan,” jelas Dr. Joseph.

[Bella Setiawati]