Aplikasi Game
Sumber : CNN

DeveNews.com – Jakarta.  Aplikasi game saat ini sangatlah beragam. Operasi plastik bukanlah topik yang pantas untuk dijadikan sebuah permainan, namun kenyataannya beberapa aplikasi bahkan menjadikannya permainan untuk anak-anak di bawah umur. 

Melalui aplikasi game tersebut, anak dapat mensimulasi prosedur operasi plastik populer seperti liposuction (sedot lemak), operasi hidung, filler bibir, hingga operasi kelopak mata. Khusus ditargetkan untuk anak-anak, karakter permainan ini dihiasi dengan warna mencolok dan bergaya kartun.

“Yang berbahaya, tipe aplikasi semacam ini terkadang gratis sehingga membuat anak tidak berpikir panjang untuk men-download-nya. Operasi plastik tidak pantas dijadikan permainan untuk anak, dan berpotensi untuk mengirimkan pesan negatif kepada pikiran anak,” ujar Christine Elgersma, editor senior untuk edukasi orang tua  Common Sense Media.

Dilansir dari CNN, Andrea Mara, seorang ibu tiga anak dari Irlandia, pertama kali melihat putrinya yang baru berusia 9 tahun bermain aplikasi permainan operasti plastik di tablet. Ia mengaku sangat syok melihat isi permainan tersebut.

“Tidak hanya soal grafik, permainan semacam ini mengirimkan pesan negatif terutama ke anak perempuan. Mereka dapat tumbuh dan berpikir ‘tidak suka dengan penampilan asli? Mudah, atasi saja dengan operasi plastik’,” ujar Andrea.

Baca Juga : https://www.devenews.com/hobi-travelling-wajib-punya-7-aplikasi-ini-di-smartphone/

Selain mengenai konsep bentuk tubuh, simulasi operasi di permainan juga tidak mendidik anak-anak untuk berpikir positif. Menurut Andrea, bahkan di dalam film untuk anak pun tidak pernah ada adegan operasi yang ditunjukkan karena hal ini dapat memberikan traumatis dalam pemikiran mereka yang masih sangat polos.

Namun  melihat betapa menjamurnya berbagai macam aplikasi permainan saat ini, orang tua sangat berperan besar sebagai penyaring hal-hal apa saja yang telah diberikan kepada anak. Solusinya, ajari anak untuk selalu meminta Anda mengecek terlebih dahulu aplikasi yang baru saja di-download sebelum ia mainkan.

Dengan cara ini orang tua dapat mengajarkan disiplin sekaligus melindungi anak mereka dari konten sosial media atau aplikasi yang sekiranya kurang cocok untuk anak di bawah umur. Untuk anak-anak yang masih berusia 5-10 tahun juga baiknya penggunaan gadget dibatasi dan lebih menekankan kepada pergaulan aktif secara sosial untuk perkembangan psikologis yang lebih sehat. [][Donna F]]

Editor : Shofi Muhaya