Sumber Gambar : https://i.ytimg.com

DeveNews.Com- Jakarta. Sekarang, berkomunikasi lewat internet bukanlah hal baru yang dinikmati berbagai lapisan masyarakat. Komunikasi via chatting atau bahkan bertatap wajah dari berbagai belahan dunia sepertinya sudah biasa. Namun, pernahkah Anda membayangkan kalau kita sekarang juga bisa merasakan lemon yang orang lain minum, padahal ia tidak sedang bersama dengan kita? Wow, dari pada bingung, langsung lihat teknologi canggih ini.

Nimesha Ranasinghe adalah orang yang berjasa dalam mewujudkan teknologi ini. Ia adalah peneliti asal Universitas Nasional di Singapura. Nimesha menggunakan elektroda dan sensor untuk mengirimkan segelas “lemon” untuk Anda dari lawan bicara di belahan dunia lainnya.

“Sistem teknologi ini terdiri dari tiga komponen utama: sensor lemon, protokol komunikasi, dan tumbler yang bertindak sebagai simulator lemon,” kata Nimesha. “Awalnya, sensor menangkap warna dan nilai pH lemon, kemudian mengirimkan informasi ini melalui protokol komunikasi tanpa kabel. Saat menerima informasi dari sensor dari e-mail, simulator lemon akan memberikan warna minuman di air biasa dengan menggunakan RGB Light Emitting Diode (LED). Setelah itu, rasa asam akan diberikan melalui stimulasi listrik dengan menggunakan rangsangan elektrik di ujung lidah.”

Saat ini, pengiriman sinyal rasa hanya bisa dilakukan untuk minuman lemon. Namun, Nimesha percaya teknologi dapat dikembangkan lebih jauh untuk mengirim sinyal rasa yang lain. Selain itu, teknologi ini juga dipercaya cocok untuk orang yang sedang diet.

Pasalnya, teknologi ini belum lengkap tanpa unsur aroma. Maka itu, Nimesha dan timnya berniat untuk mengembangkan spektrum aroma dalam teknologi tersebut. Tanpa aroma, rasa yang diberikan air masih dianggap kurang “memadai” dibanding lemon asli.

Jika dikembangkan lebih baik lagi, orang-orang bahkan dapat merasakan alkohol tanpa benar-benar meminum alkohol tersebut, atau bahkan bisa terhindar dari sakit gigi karena minuman manis. Semua hanya dari teknologi dan sebuah e-mail dalam kotak masuk Anda.

Tentunya, jadikan teknologi ini sebagai pendekat antara Anda dengan teman dan keluarga ya. Jangan sampai, Anda malah semakin malas bertemu dengan orang lain karena merasa teknologi sudah membuat Anda dekat.[] [Cynthia Li]