Sumber : imageresizer.static9.net.au

DeveNews.com-Jakarta. Selama bertahun-tahun, para ilmuwan dan peneliti kesehatan telah mewanti-wanti adanya bahaya dibalik penggunaan kapas korek kuping atau cotton bud. Menggunakan cotton bud untuk membersihkan kuping bagian dalam ternyata menjadi solusi yang buruk karena memasukkan kapas ke dalam lubang telinga hanya akan mendorong kotoran disekitarnya untuk masuk jauh lebih dalam ke bagian-bagian sensitif pada telinga. Selain itu, jumbai kapas pada cotton bud yang berukuran kecil dapat terlepas dan tertinggal di kanal / saluran lubang telinga dan penumpukannya dapat merusak jaringan di sekitarnya.  Cotton Bud Ternyata Berbahaya Bagi Kesehatan Telinga !

Baca Juga : Uh Oh ! Benarkah Deodoran Dapat Menyebabkan Kanker Payudara? Simak Faktanya!

Kini, industri kesehatan telah mengumumkan secara resmi bahwa penggunaan cotton bud sangat amat tidak disarankan. Pada awal tahun 2017, American Academy of Otolaryngology menerbitkan jurnal panduan yang berisi tata cara membersihkan telinga dengan baik dan benar, beserta larangan dan resiko berbahaya dalam menggunakan cotton bud.

Baca Juga :Ini Dia Alasan Mengapa Anda Sebaiknya Tidak Menahan Bersin

“Produsen cotton bud kini wajib mencantumkan peringatan seperti not be placed into the ear canal dalam setiap produk cotton bud yang mereka jual di pasaran. Hal ini untuk mencegah seseorang menggunakannya hingga terlalu dalam, karena resiko aplikator kapas akan tertinggal di dalam saluran akan semakin besar. Jika hal tersebut dibiarkan menumpuk di dalam saluran telinga, maka jaringan dan selaput di sekitarnya akan terganggu, yang nantinya dapat berujung pada masalah pendengaran hingga meningitis dan abses otak,” jelas salah satu perwakilan dari American Academy of Otolaryngology (AAO).

That’s a bit extreme, as most of us are unlikely to die from probing our ears. Walaupun begitu, ada baiknya kamu mulai menghindari penggunaan cotton bud dalam membersihkan kotoran pada lubang telinga. Jika memang kamu merasa perlu untuk membersihkannya, segera kunjungi dokter THT agar proses pembersihan seperti suction dan tiny forceps dilakukan seefektif mungkin tanpa resiko yang membahayakan.[][Bella Setiawati]]

Editor : Shofi Muhaya