Sumber :galoremag.com

DeveNews.com-Jakarta. Cemburu ternyata tidak selamanya berkonotasi negatif loh. Faktanya, cemburu terhadap pasangan ternyata dapat membuat hubungan kalian lebih sehat dan bertahan lama. Penelitian mengungkapkan bahwa walapun cemburu seringkali berujung pada sakit hati, tapi hal satu ini juga menjadi salah satu dasar yang mempengaruhi jangka waktu hubungan seseorang dengan pasangannya. Penelitian ini juga menyatakan bahwa rasa cemburu berasal dari reaksi dalam otak kita, and the finding could have relevance well beyond romance.

Dilansir dari medicaldaily.com, dalam sebuah studi yang dipublikasikan online oleh Frontiers in Ecology and Evolution, para peneliti menggunakan tes subjek pada primate untuk mengidentifikasikan apakah perasaan cemburu benar berasal dari otak atau tidak. Monyet Titi adalah salah satu subjek dalam penelitian ini, dimana hewan primata satu ini hanya mau hidup dan berkembang biak bersama satu partner saja hingga mereka mati. Selain itu, monyet Titi juga sangat sensitif terhadap wilayah territorial mereka, termasuk lawan jenis. Para peneliti mendeskripsikan monyet Titi sebagai salah satu subjek yang sempurna karena memiliki kombinasi mutlak yang dapat memicu kecemburuan.

Tidak hanya scanning, peneliti juga melakukan sejumlah tes dengan mengambil sample darah untuk melihat dan mengukur adanya perubahan hormon dalam monyet Titi, yang dapat berpengaruh terhadap timbulnya kecemburuan dalam diri mereka. Monyet yang sedang dilanda kecemburuan umumnya memiliki lebih banyak aktivitas dalam lapisan cingulate cortex. Lapisan ini sendiri merupakan bagian dari otak yang berhubungan dengan rasa sakit secara emosional yang dirasakan oleh seseorang. Monyet tersebut juga mengalami peningkatan aktivitas yang signifikan pada area lateral septum, dimana area ini berperan besar dalam pembentukan respon dari rasa emosional dan stress dalam otak manusia.

“Beberapa studi sebelumnya mengidentifikasikan bahwa lateral septum juga berperan penting dalam pembentukan suatu hubungan dengan lawan jenis dalam otak primata. Penelitian kali ini mengindikasikan bahwa monyet Titi juga memiiki beberapa bagian dalam otaknya yang ikut ambil andil dalam membangun dan menjaga hubungannya dengan lawan jenis. Beberapa monyet Titi pejantan yang sudah memiliki pasangan dan kawin cenderung akan mengalami kenaikan yang drastis dalam level hormonal mereka seperti hormon testosteron dan kortisol, serta hormon stress,” jelas Karen Bales selaku lead researcher dari University of California.

Menurut Karen, kita perlu mengerti dan memahami terlebih dahulu apa yang dapat dilakukan oleh timbulnya suatu perasaan cemburu terhadap otak kita. Karen juga yakin bahwa penelitian ini dapat memberikan alasan kuat secara ilmiah bagaimana prinsip monogami dapat berevolusi dari waktu ke waktu. “The neurobiology of pair bonding is critical for understanding how monogamy evolved and how it is maintained as a social system.”

Membangun ikatan yang kuat dengan pasangan erat kaitannya dengan area pada otak yang mengatur segala hal berkaitan dengan memori. Sehingga, secara positif, cemburu dapat dikaitkan dengan reaksi dari beberapa area pada otak yang secara tidak langsung berdampak pada semakin kuatnya hubungan kamu dan pasangan. Menjaga hubungan agar jauh dari orang ketiga, menunjukkan PDA (public display of affection) secara terang-terangan di ruang publik dan berbagai bentuk tindakan yang kamu secara tidak sadar lakukan dipublik terhadap pasangan kamu adalah perwujudan dari jeaulousy-triggered behavior, untuk mempertahankan hubungan kamu dan pasangan.  [][Bella Setiawati]]

Editor : Shofi Muhaya