Diet Mediterania DeveNews.Com
Ilustrasi Gambar : Unsplash.Com

DeveNews.Com – Penyakit jantung bisa terkena kepada siapa saja, namun penelitian ini lebih menitikberatkan pada resiko penyakit ini terjadi pada wanita. Dilansir dari webmd, Wanita yang menjalankan diet Mediterania memiliki risiko 25 persen lebih rendah terkena penyakit jantung – dan para peneliti mengatakan mereka mulai memahami alasannya.

Our study has a strong public health message that modest changes in known cardiovascular disease risk factors, particularly those relating to inflammation, glucose metabolism and insulin resistance, contribute to the long-term benefit of a Mediterranean diet on cardiovascular disease risk,” kata Shafqat Ahmad, Kepala dari penelitian ini. Shafqat Ahmad adalah seorang peneliti di Rumah Sakit Wanita dan Brigham di Boston.

“Pemahaman ini mungkin memiliki konsekuensi yang penting untuk pencegahan utama penyakit kardiovaskular,” tambah Ahmad saat news release di rumah sakit.

Heart - Sharon McCutcheon
Ilustrasi Gambar : Heart – Sharon McCutcheon – Unsplash.com

Untuk penelitian ini, para peneliti mengambil partisipan lebih dari 25.000 wanita AS hingga 12 tahun. Para wanita dikelompokkan berdasarkan kepatuhan rendah, sedang atau tinggi pada diet Mediterania. Itu adalah gaya makan yang tinggi akan makanan nabati dan minyak zaitun, dan rendah daging dan makanan manis.

Ilustrasi Gambar : Diet Mediterani - Unsplash.Com
Ilustrasi Gambar : Diet Mediterani – Unsplash.Com

Dibandingkan dengan mereka yang kepatuhan rendah, risiko penyakit jantung adalah 23 persen lebih rendah di antara mereka yang kepatuhan sedang dan 28 persen lebih rendah di antara mereka yang kepatuhan tinggi, atau 25 persen lebih rendah ketika kedua kelompok digabungkan.

Menurut penelitian ini, Pengurangan risiko serupa dengan obat statin penurun kolesterol atau obat lain untuk mencegah penyakit jantung,

Obat - DeveNews.Com
Gambar Ilustrasi : Unsplash.com

Studi sebelumnya juga mengaitkan diet Mediterania dengan pengurangan penyakit jantung, tetapi alasannya belum tergali dengan jelas, sehingga penelitian ini menggali lebih dalam lagi.

Tim Ahmad menemukan hubungan antara diet Mediterania dan pengurangan peradangan, yang merupakan 29 persen pengurangan risiko penyakit jantung. Temuan dari penelitian ini menunjukkan Peningkatan metabolisme glukosa dan resistensi insulin menyumbang sekitar 28 persen, dan indeks massa tubuh lebih rendah, sekitar 27 persen.

Para peneliti juga menemukan hubungan antara diet Mediterania dan perubahan tekanan darah dan kolesterol.

Penelitian ini dipublikasikan secara online 7 Desember di jurnal JAMA Network Open.

A.U.M