DeveNews.com- Venesia.  Setiap tahunnya, Festival Venesia atau yang dalam Bahasa Italia dikenal sebagai Carnivale di Venezia, merupakan event topeng yang sangat populer dikunjungi oleh jutaan turis asing maupun penduduk lokal.

Dalam festival ini, pengunjung datang menggunakan berbagai macam topeng. Ratusan orang berkompetisi membuat topeng dengan model terbaik dan dinilai oleh deretan juri yang berkecimpung dalam dunia fesyen. Tidak hanya topeng, keindahan pemenang juga dinilai oleh pakaian yang digunakan oleh peserta.

Tradisi festival Venesia ini dipercaya dimulai sejak tahun 1162, ketika rakyat Italia memenangkan peperangan Serenissima Reppublica melawan Aquileia di Treven. Konon, orang-orang mulai saling berdansa di San Marco Square untuk merayakan momen tersebut.

Memasuki abad ke-17, festival topeng ini menjadi event yang sangat penting bagi negara tersebut. Namun pada tahun 1797, di bawah pemerintahan Raja Austria, penggunaan topeng dilarang dan selama ratusan tahun tradisi ini sempat dihentikan.

Festival ini baru kembali diadakan pada tahun 1979 oleh pemerintah Italia setelah absen sangat lama. Pemerintah ingin mengembalikan bentuk tradisi dan budaya Venesia yang sudah lama hilang agar kembali dikenal oleh dunia.

Saat ini, lebih dari 3 juta pengunjung dari seluruh dunia tertarik mengunjungi festival Venesia dan saling berkompetisi memamerkan karya topeng terbaik. Kompetisi ini dimulai pada akhir tahun dan berakhir 40 hari menjelang perayaan Paskah.

Topeng yang menjadi unsur utama festival merupakan karya seni kelas tinggi di Venesia. Tipe topeng yang digunakan dan dinilai pun berbeda-beda. Dalam festival, jenis topeng yang digunakan biasanya bervariasi; Baútta, Columbina, Medico della peste, dan Moretta.

Topeng jenis Baútta adalah model paling klasik. Topeng ini dibuat menutupi seluruh wajah dengan dominasi warna putih, dan dibentuk dengan mengerikan.

Topeng columbina adalah model topeng setengah wajah yang paling populer digunakan. Topeng ini mengutamakan keindahan dekorasi dan dihias dengan bulu-buluan, emas, perak, kristal, dan lainnya. Columbina merupakan pilihan topeng ideal karena tidak menyembunyikan keindahan wajah pemakai.

Medico della peste adalah jenis topeng teraneh dalam festival. Model topeng ini memiliki paruh sangat panjang menyerupai burung. Konon, topeng ini sebenarnya tidak dibuat untuk kompetisi festival, melainkan dibuat oleh Charles de Lorne, pakar kesehatan yang menjadikannya masker melawan penyebaran penyakit.

Masker moretta atau ‘dark lady’ adalah masker berbentuk oval, biasanya berwarna hitam, dan dibentuk tanpa mulut. Pada jaman dulu, masker ini sangat ideal untuk menutupi identitas seorang wanita yang diam-diam datang menghadiri festival tanpa ingin diketahui dirinya.[][Donna F]]

Editor : Shofi Muhaya