Hidangan Gurita Hidup Di Korea
Sumber ; NY Daily News

DeveNews.com – Hidangan Gurita Hidup di Korea. Anda yang familiar dengan kuliner di Korea pasti sudah tidak asing lagi dengan hidangan kontroversial yang bernama Sannakji. Sannakji adalah hidangan tradisional Korea yang menyuguhkan gurita hidup untuk segera dimakan. Gurita kecil biasa dihidangkan utuh atau telah dipotong-potong sebelumnya.

Walaupun hidangan gurita ini sangat populer di Korea, tidak semua orang punya nyali untuk memakannya. Lengan-lengan gurita yang dihidangkan biasanya masih bergerak-gerak, karena gurita ini dipotong langsung dalam keadaan hidup.

Dan ternyata tidak hanya soal nyali, hidangan gurita hidup ini punya bahaya tersendiri yang bahkan bisa menyebabkan kematian. Lengan gurita yang masih aktif dapat menyebabkan seseorang tersedak, dan kasus ini sudah banyak dilaporkan di Korea.

Baca Juga : https://www.devenews.com/minuman-enak-dan-nikmat-untuk-gaya-hidup-sehat/

Dilansir dari NY Daily News, selain lengan yang masih aktif bergerak, bagian yang paling berbahaya adalah suction cups atau alat penghisap yang ada di setiap lengan. Akibat suction cups yang masih aktif, ketika dimakan bisa menempel dan tersangkut di tenggorokan manusia. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan kekurangan oksigen dan berujung pada kematian.

Maka itulah saat mengunyah hidangan sannakji, seseorang harus benar-benar mengunyahnya hingga sehalus mungkin. Tekstur yang masih sangat kenyal membuat sannakji sulit dikunyah, paling tidak pastikan beberapa bagian tubuh gurita hancur terkunyah oleh gigi.

Hidangan kontroversial semacam ini juga tidak lepas dari protes organisasi pembela binatang, misalnya saja PETA (People for Ethical Treatment of Animals). Selama bertahun-tahun PETA sudah melancarkan protes keras untuk kebrutalan yang dialami oleh gurita karena pengolahan sannakji.

Salah satu restoran Korea berbintang di New York, Sik Gaek, menjadi salah satu sasaran protes PETA karena menawarkan sajian sannakji ini. Namun pihak manajemen Sik Gaek mengeluarkan pernyataan bahwa gurita yang mereka hidangkan mati seketika saat bagian kepalanya dibelah dan otaknya diambil. Setelah itu, baru bagian tentakel dipotong dan dihidangkan ke pelanggan.

Bagi yang tidak suka dengan makanan mentah, hidangan ini mungkin sulit untuk dibilang enak. Rasa gurita hidup yang tidak diolah sama sekali hanya dipadukan dengan minyak wijen. [][Donna F]]

Editor : Shofi Muhaya