Memori Otak
mirror.co.uk

DeveNews.Com – Jakarta. Kebiasaan membentuk seseorang. Secara spesifik, kebiasaan kita sehari-hari menjadi faktor penting yang dapat menentukan kemampuan kognitif seseorang, termasuk dalam menyimpan dan memproses informasi. Dilansir dari laman medicaldialy.com, sebuah studi yang diterbitkan dalam Harvard Health Publishing mengindikasikan beberapa gaya hidup yang dapat membantu meningkatkan dan mempertahankan fungsi memori otak hingga usia lanjut. Berikut beberapa faktornya !

  1. Olahraga aerobik

Sebuah studi yang dilakukan oleh Center for Health di Seattle, Washington, menunjukkan bahwa 1.740 partisipan berusia 65 tahun yang aktif melakukan aerobik terhindar dari gangguan kognitif. Para peneliti pun terus mengobservasi para partisipan hingga 6 tahun kedepan, dan di usia tersebutlah partisipan baru mengalami gejala dementia dan Alzheimer. Hasil studi menyimpulkan mereka yang sering berolahraga, terutama aerobik minimal 3x dalam seminggu, memiliki resiko lebih kecil untuk menderita Alzheimer dan dementia dini.

  1. Menjalankan diet Mediterranean

Diet tinggi lemak tak jenuh ini sangat bagus dijalankan terutama bagi mereka yang ingin meningkatkan kemampuan kognitifnya. Banyak studi yang telah menunjukkan adanya hubungan antara diet satu ini dengan rendahnya resiko dementia serta berbagai jenis gangguan kognitif lainnya. Ikan adalah salah satu makanan utama dalam diet satu ini, dimana ikan dapat menurunkan kandungan protein beta amiloid dalam peredaran darah. Selain itu, komponen makanan wajib lainnya dalam diet ini seperti biji-bijian, buah, sayur, gandum dan minyak zaitun berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung dan menghindari resiko stroke, dimana storke secara tidak langsung dapat merusak memori otak seseorang.

  1. Sikap positif dalam bersosialisasi

Penelitian telah menunjukkan bahwa orang-orang berusia lanjut yang tetap aktif bersosialisasi dan selalu memiliki pandangan positif terhadap hidup umumnya jauh lebih dapat mempertahankan kemampuan kognitif lebih lama dibanding mereka yang pasif.

  1. Aktivitas stimulasi mental

Sebuah studi yang dilakukan oleh Mayo Clinic pada 2.000 partisipan usia lanjut menunjukkan bahwa melakukan aktivitas yang dapat menstimulasi mental setidaknya 3 hingga 5x dalam seminggu dapat membantu memperbaiki gangguan kognitif pada seseorang. The more activities they immersed themselves in, the better.

 

[Bella Setiawati]