Vaksin Covid 19
Gambar Ilustrasi : pexels.com

DeveNews.Com-Jakarta. Vaksin untuk mencegah penyakit coronavirus 2019 (COVID-19) mungkin merupakan harapan terbaik untuk mengakhiri pandemi. Meski hingga saat ini para peneliti masih dalam proses untuk membuatnya. Dari laman mayclinic, ini fakta dari vaksin Covid 19 yang perlu anda ketahui.

  • Penelitian Vaksin Corona Virus (Vaksin Covid-19)

Coronavirus adalah keluarga virus yang menyebabkan penyakit seperti flu biasa, sindrom pernafasan akut yang parah (SARS) dan sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS). COVID-19 disebabkan oleh virus yang terkait erat dengan virus penyebab SARS. Karena alasan ini, para ilmuwan menamai virus baru SARS-CoV-2.

Sementara pengembangan vaksin bisa memakan waktu bertahun-tahun, para peneliti tidak mulai dari awal untuk mengembangkan vaksin COVID-19. Penelitian terdahulu tentang vaksin SARS dan MERS telah mengidentifikasi pendekatan potensial.

Coronavirus memiliki struktur mirip lonjakan di permukaannya yang disebut protein S. Protein S melekat pada permukaan sel manusia. Vaksin yang menargetkan protein ini akan mencegahnya mengikat ke sel manusia dan menghentikan virus dari reproduksi.

  • Tantangan Vaksin Covid-19

Penelitian terdahulu tentang vaksin untuk coronavirus juga telah mengidentifikasi beberapa tantangan untuk mengembangkan vaksin COVID-19, termasuk:

  • Memastikan Keamanan Vaksin.

Beberapa vaksin untuk SARS telah diuji pada hewan. Sebagian besar vaksin meningkatkan kelangsungan hidup hewan tetapi tidak mencegah infeksi. Beberapa vaksin juga menyebabkan komplikasi, seperti kerusakan paru-paru. Vaksin COVID-19 perlu diuji secara menyeluruh untuk memastikan keamanannya bagi manusia.

  • Memberikan Perlindungan Jangka Panjang.

Setelah terinfeksi dengan coronavirus, infeksi ulang dengan virus yang sama  walaupun biasanya ringan dan hanya terjadi pada sebagian kecil orang  mungkin terjadi setelah beberapa bulan atau tahun. Vaksin COVID-19 yang efektif perlu memberikan perlindungan infeksi jangka panjang kepada orang-orang.

  • Melindungi Orang Usia Lanjut.

Orang diatas usia 50 memiliki risiko COVID-19 yang lebih tinggi. Tetapi orang yang lebih tua biasanya tidak menanggapi vaksin seperti halnya orang yang lebih muda. Vaksin COVID-19 yang ideal akan bekerja dengan baik untuk kelompok usia ini.

  • Jalur Untuk Mengembangkan dan Memproduksi vaksin COVID-19

Otoritas kesehatan global dan pengembang vaksin saat ini bermitra untuk mendukung teknologi yang dibutuhkan untuk memproduksi vaksin. Beberapa pendekatan telah digunakan sebelumnya untuk membuat vaksin, tetapi beberapa pun terbilang masih cukup baru.

  •  Vaksin Hidup

Vaksin hidup menggunakan bentuk kuman yang dilemahkan yang menyebabkan penyakit. Vaksin semacam ini mendorong respons imun tanpa menyebabkan penyakit. Istilah yang dilemahkan berarti bahwa kemampuan vaksin untuk menyebabkan penyakit telah berkurang.

Vaksin hidup digunakan untuk perlindngan terhadap campak, gondong, rubella, cacar dan cacar air. Namun, vaksin virus hidup seringkali membutuhkan pengujian keamanan yang luas. Beberapa virus hidup dapat ditularkan ke orang yang tidak diimunisasi. Ini menjadi perhatian bagi orang yang memiliki sistem kekebalan yang melemah.

  • Vaksin Tidak Aktif

Vaksin yang tidak aktif menggunakan versi kuman yang terbunuh (tidak aktif) yang menyebabkan penyakit. Vaksin semacam ini menyebabkan respons imun tetapi tidak infeksi. Vaksin yang tidak aktif digunakan untuk mencegah flu, hepatitis A dan rabies.

Namun, vaksin yang tidak aktif mungkin tidak memberikan perlindungan yang sekuat yang dihasilkan oleh vaksin hidup. Vaksin jenis ini sering membutuhkan beberapa dosis, diikuti dengan dosis penguat, untuk memberikan kekebalan jangka panjang. Memproduksi jenis-jenis vaksin ini mungkin memerlukan penanganan sejumlah besar virus menular.

  • Vaksin Rekayasa Genetika

Vaksin jenis ini menggunakan RNA atau DNA hasil rekayasa genetika yang memiliki instruksi untuk membuat salinan protein S. Salinan ini mendorong respons kekebalan terhadap virus. Dengan pendekatan ini, tidak ada virus menular yang perlu ditangani.

Bagaimanapun saat ini sudah banyak para ilmuwan yang bekerja keras untuk menghasilkan Vaksin Covid 19. Sambil menunggu, ada baiknya kita mengikuti anjuran pemerintah seperti jaga jarak, stay at home, dan rajin cuci tangan serta hidup sehat dan higinis.

 

[F.A.I]