Resiko Kanker Payudara
mirror.co.uk

DeveNews.Com-Jakarta. Organisasi non-profit Physicians Committee for Responsible Medicine atau PCRM meminta pemerintah mulai melabeli produk olahan keju sebagai peringatan akan kanker payudara yang dapat disebabkan oleh produk tersebut terutama pada kaum hawa. Para ahli menyatakan bahwa hormon yang ditemukan dalam keju berbasis susu olahan dapat meningkatkan resiko kanker payudara hingga 2x lipat.

PCRM menggaris-bawahi bahwa produk olahan keju tinggi lemak dapat meningkatkan resiko kanker payudara hingga 53% pada wanita. CDC juga menyatakan bahwa kanker payudara menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia. Setidaknya 240.000 wanita di diagnosa menderita kanker payudara setiap tahunnya, dan 40.000 kematian di dunia disebabkan oleh kanker satu ini.

PCRM menyarankan untuk memperbanyak konsumsi sayuran hijau untuk mencegah kanker payudara. Hormon berbahaya yang dikenal sebagai hormon IGF-1 ini  dibawa pada saat pemerahan susu adalah salah satu faktor utama mengapa keju dapat menyebabkan kanker payudara. “Kami menyarankan agar kini produk olahan susu memiliki label peringatan kesehatan. We want women to be aware that dairy cheese could put them at risk of dying from breast cancer,” jelas Neal Barnard selaku presiden PCRM.

Walaupun begitu, PCRM tidak serta merta meminta kita untuk berhenti mengkonsumsi berbagai jenis produk olahan susu terutama keju. Namun ada baiknya mengurangi jumlah asupan produk tersebut dan mulai mengganti pola makan menjadi lebih sehat, seperti rutin mengkonsumsi makanan plant based seperti sayur, buah, produk olahan gandum, dan lain sebagainya. Sebaiknya mengkonsumsi makanantersebut agar terhindar dari resiko kanker payudara.

[Bella Setiawati]