Gambar 1. Sumber : wallpapersqq.net

Ditahun 2017 ini, Lily Collins akan kembali berperan sebagai seorang remaja wanita yang menderita anorexia dalam film berjudul To The Bone, dimana menurut sang aktris, film ini memiliki kaitan yang kuat dengan  pengalaman kehidupannya ketika remaja dulu. Film yang diperkenalkan ke publik lewat debutnya di 27th Sundance Festival ini sendiri mengisahkan tentang seorang gadis yang menderita anorexia parah,. Menurut interview dengan IMDb, Lily yang memerankan karakter tersebut mengakui bahwa dirinya juga menghadapi hal yang sama ketika remaja dan merasakan bahwa karakternya dalam film ini adalah karakter paling dramatis yang pernah diperankannya, karena karakter ini represent how exactly she was in high school days.

Lily yang kerap kali bermain dalam film-film romantis seperti The Blind Side dan Love, Rosie ini pun kemudian menceritakan perannya tersebut dengan kehidupan remajanya. “Aku menderita eating disorder yang cukup parah ketika aku remaja, Aku mencurahkan pengalaman ini dalam sebuah buku yang aku terbitkan setahun lalu. Semua terjadi tepat sebelum aku memulai debut aktingku, Awalnya aku sangat takut untuk menceritakan hal ini kepada orang-orang. Namun melalui buku tersebut, aku akhirnya memiliki kesempatan untuk dapat berbagi pengalaman ini kepada publik, terutama kepada para remaja sekarang ini yang menghadapi hal yang sama atau bahkan lebih buruk,” jelasnya.

Dengan bantuan seorang ahli nutrisi, Lily akhirnya dapat mengatasi gangguan makannya tersebut dan mulai menaikkan berat badan untuk menjaga kesehatannya. Lily juga mengakui selama mengikuti sesi pemulihan dan terapi, ia merasa kesulitan dan sempat depresi karena harus kembali mengingat pengalaman masa lalu yang tidak mengenakan tersebut. Ketika ditawari peran dalam film ini, Lily pun merasa bersyukur karena akhirnya ia dapat berbagi pengalamannya tersebut secara lebih luas kepada para remaja mengenai eating disorder yang dideritanya dan bagaimana cara ia menghadapainya melalui karakter ini.

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh National Eating Disorder Association Amerika Serikat, 20 juta wanita dan 10 juta pria di dunia pernah menderita eating disorder minimal sekali dalam hidup mereka, seperti bulimia, anorexia, EDNOS dan binge eating disorder. Dengan pengalaman eating disorder yang dibagikan olehnya, Lily berharap agar orang-orang dapat lebih berani untuk terbuka dan berbicara mengenai hal tersebut secara luas sehingga dapat turut menginspirasi sekaligus menjadi motivasi bagi orang lain, terutama kaum remaja diseluruh belahan dunia bahwa eating disorders are serious matter dan harus segera diobati.

Pada saat perilisan filmnya tersebut di Sundance Film Festival seminggu yang lalu, Lily mengunggah foto dirinya sedang meloncat dengan bahagia di Instagram dengan caption yang berbunyi ” Udara terasa dingin hingga menusuk tulangku, tapi aku merasa bahagia dan bebas. Ini adalah salah satu momen terbesar dalam hidupku, dimana akhirnya aku dapat berbagi pengalaman masa laluku kepada kalian tanpa harus merasa malu dan menyesal. Berbagi cerita mengenai eating disorder dan bagaimana karakter dalam film ini membuat aku merasa seperti kembali pada diriku yang dulu adalah salah satu pengalaman yang tidak akan terlupakan. Terima kasih atas segala cinta dan dukungan kalian. Ingat, kalian tidak pernah sendiri #unfiltered “.

By : Bella Setiawati