Manfaat Kegiatan bebersih
kiplinger.com

DeveNews.Com – Jakarta. Manfaat Kegiatan Bebersih Ternyata Membawa Dampak Positif Bagi Kesehatan Tubuh. Jika kamu perhatikan akhir-akhir ini terutama di media sosial, influencer sekaligus penulis dan pembawa acara dari salah satu serial Netflix populer yakni Tidying Up with Marie Kondo menjadi salah satu topik hangat yang diperbincangkan dunia.

Wanita asal jepang yang juga berprofesi sebagai organizing consultant menjelaskan betapa pentingnya kegiatan membersihkan sekaligus dampak dari kegiatan tersebut yang dapat mengubah hidup seseorang menjadi lebih baik.

It sound pretty simple but yes, neatness can make a good differences in someone’s life. Tidak hanya dari aspek tampilan saja, rumah atau ruangan yang lebih bersih juga dapat meningkatkan kesehatan mental dan fisik seseorang ke arah yang lebih positif.

Darby Saxbe, Ph.D., selaku asisten profesor psikologi dari University of Southern California, mengungkapkan bahwa kegiatan bebersih dan menata kembali suatu ruangan atau tempat dapat menjadi sebuah terapi yang efektif, karena seseorang dapat mengontrol lingkungan tempat tinggalnya. “ Membereskan atau merapikan ruangan dapat menjadi kegiatan ‘pelarian’ sejenak dari berbagai aktivitas yang tidak menguntungkan kesehatan, salah satunya untuk melepaskan diri dari kebiasaan bermain gadget,” jelas Darby.

Menurut Darby, merapikan ruangan memberikan distraksi serta pergerakan baru bagi diri dan tubuh kita. “I think it does put your mind in a different space — just like exercise or going outside. It can give you some reframing,” jelasnya. Selain itu, kegiatan satu ini juga dapat meningkatkan level produktivitas pada seseorang karena ruangan sudah kembali bersih dan rapi, sehingga aspek kortkes visual pada otak kembali berfungsi dengan optimal. Jika suatu tempat atau ruangan terlalu berantakan dan kotor, maka otak akan kesulitan mencerna aspek visual yang terekam, sehingga membuat seseorang lebih cepat kehilangan fokusnya.

Sebuah survey yang dilakukan oleh National Sleep Foundation AS, mayoritas masyarakat di dunia tidak merapikan kembali tempat tidurnya di pagi atau malam hari setelah bangun tidur. Padahal faktanya, seseorang yang rutin merapikan tempat tidur  mengalami peningkatan kualitas tidur sebesar 19% dibandingkan dengan mereka yang tidak. Selain itu, studi pada tahun 2013 juga menemukan fakta bahwa partisipan yang memiliki kebiasaan merapikan ruangan atau kegiatan bebersih lebih memilih untuk mengkonsumsi makanan-makanan sehat dibanding partisipan dengan ruangan yang berantakan.

Eva Selhub selaku ahli nutrisi asal AS juga menyatakan bahwa rapi atau tidaknya seseorang dapat mempengaruhi tingkat kevel stress.”Keadaan berantakan atau tidak teratur dapat memicu stress pada otak. Stress sendiri dapat mempengaruhi kualitas tidur dan pola makan yang tidak sehat pada seseorang sebagai bentuk dari mekanisme pertahanan atau dikenal sebagai coping mechanism.

[Bella Setiawati]