Sumber : epet.hk

DeveNews.com- Jakarta. Dua kebahagiaan yang biasa dimiliki seseorang dalam hidupnya adalah anak dan pastinya, hewan peliharaan. Dilansir dari mentalfloss.com, hewan peliharaan seperti anjing dan kucing ternyata membawa banyak dampak positif pada anak balita atau pada anak yang sedang berada dalam usia pertumbuhan. Menurut studi yang diterbitkan oleh jurnal Microbiome, anak yang tumbuh bersama hewan peliharaan berbulunya sejak dini memiliki level kekebalan terhadap alergi yang jauh lebih tinggi.

Ternyata faktor lingkungan, sistem imun dan mikroba yang ada pada usus saling berkaitan dan dapat mempengaruhi satu sama lain. Studi lainnya juga menemukan bahwa kebiasaan yang dianggap ‘kotor’ seperti sering menggigiti kuku atau menghisap ibu jari, ternyata dapat membantu sang anak dari kondisi autoimmune. Anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan peternakan misalnya, juga ternyata memiliki sistem imun yang jauh lebih tinggi dibanding anak-anak dengan usia yang sama pada umumnya. So it’s not too much of a stretch to think that our four-legged companions might have a similarly beneficial effect.

Para peneliti dari University of Alberta mengumpulkan data dari Canadian Healthy Infant Longitudinal Development (CHILD) untuk mempelajari jangka hidup dan level kesehatan dari wanita-wanita yang sedang mengandung dan anak-anak balita di Kanada. Dari data yang didapat, peneliti mengambil kesimpulan bahwa anak-anak yang sudah hidup berdampingan dengan teman berbulunya sejak masih bayi memiliki lebih banyak bakteri Ruminococcus dan Oscillospira. Kedua bakteri ini adalah bakteri baik dalam tubuh yang berguna untuk menurunkan resiko obesitas dan alergi pada seseorang.

Hal ini juga berlaku pada mereka yang memiliki binatang peliharaan ketika sedang hamil. Walaupun setelah melahirkan sang bayi tidak berkontak langsung dengan hewan tersebut, namun dampak dari interaksi sang ibu dengan hewan peliharaan saat sedang mengandung juga memiliki benefit yang sama dalam hal sistem imunitas bayi tersebut kelak.

Peneliti sekaligus penulis jurnal Anita Kozyrskyj mengungkapkan bahwa untuk peningkatan kesehatan anak terutama dalam sistem imunitas harus dilakukan sedini agar lebih efektif. “Terdapat rentan waktu yang berbeda dari perkembangan sistem imunitas dan mikroba dalam tubuh anak. Sedikit saja perubahan dari lingkungan dapat mempengaruhi perkembangan tersebut secara signifikan,” jelas Anita.

Anita juga menambahkan bahwa adanya kemungikinan industri farmasi di masa depan akan mengembangkan suplemen mikroba seperti hal nya pengembangan probiotik untuk meningkatkan bakteri baik penguat sistem imun tubuh pada anak terutama bagi mereka yang tidak memiliki hewan peliharaan.[][Bella Aetiawati]]

Editor : Shofi Muhaya