Obesitas
rackcdn.com

DeveNews.Com – Jakarta. Sebuah studi pada tahun 2015 silam menyatakan bahwa 10% populasi masyarakat di dunia kini memiliki berat badan berlebih /obesitas dibandingkan dengan mereka yang hidup di tahun 80-an, walaupun menjalani pola makan dan hidup yang sama?

“Ada alasan mengapa seseorang lebih mudah kurus di tahun 1980-an. Ada beberapa faktor yang mungkin tidak dipertimbakan dalam studi-studi sebelumnya,” jelas Olga Khazan selaku penulis dari The Atlantic. Faktor seperti senyawa kimiawi, obat-obatan dan mikrobiome adalah alasan utama mengapa individu kini lebih mudah terkena obesitas.

Senyawa kimiawi dapat ditemukan dalam setiap hal yang ada dilingkungan sekitar kita sehari-hari, mulai dari perabotan rumah tangga, pestisida sayur dan buah-buahan, zat pengawet pada makanan, pembersih hingga plastik. Menurut Olga, senyawa-senyawa tersebut dapat mengubah pola tubuh dalam membakar dan menyimpan lemak. “Walaupun hanya sedikit, namun perubahan tersebut lama-kelamaan akan berdampak signifikan pada metabolisme seseorang,” tambah Olga.

Obat-obatan seperti anti-depressant yang semakin banyak dikonsumsi oleh masyarakat kini akibat tuntutan hidup yang semakin tinggi juga menjadi penyebab utama munculnya obesitas. “Beberapa obat-obatan memiliki efek samping yakni mudah lapar hingga mengubah sistem kerja tubuh dalam mengolah energi, yang dapat berujung pada sulitnya menurunkan berat badan” jelas Olga.

Mikrobiome juga berperan penting dalam hal ini. Menurut Dr. Rutchi Mathur selaku ahli endokrinologi dan professor dari Cedars Sinai Medical Center, mikrobiome adalah jenis mikororganisme seperti virus, jamur atau bakteri yang hidup dalam inang tubuh manusia. Kehadiran mikrobiome dalam tubuh seseorang dapat mempengaruhi metabolsime dan pencernaan seseorang, mulai dari cara tubuh memecah dan mengubah energi, hingga nafsu makan. “And all of a sudden, we’re kind of screwing them up by giving them all these things they’re not used to doing, and processing, and I think that’s part of what we’re seein. Ketergantungan hidup individu terhadap bahan-bahan inilah yang secara tidak langsung membuat kita kini makin kesulitan menurunkan berat badan walaupun telah melakukan diet dan pola hidup sehattambah Dr. Rutchi.

[Bella Setiawati]