Sumber : observerbd

DeveNews.com-Jakarta. Anda pasti sudah tahu kasus pembunuhan seorang pria yang tega membunuh calon istrinya hanya karena malu. Belum lagi sederetan kasus lainnya yang pernah terjadi, seperti ibu membunuh anaknya, seseorang sahabat membunuh sahabatnya yang lain, atau kasus-kasus lain yang mungkin tidak tertangkap media.

Namun, pernahkah Anda berpikir, jika memang dekat dengan seseorang, mengapa tega membunuhnya? Bukannya kalau ada kebencian terhadap orang yang kita sayang atau pernah sayang, bisa dibicarakan baik-baik? Kalau tidak, ya menjauh saja.

Dilansir dari psychologytoday dan edialy, secara keseluruhan di dunia, sekitar 40 persen korban wanita dan 4 persen korban pria dibunuh oleh pasangan atau mantan pasangannya. Rumah menjadi tempat yang berbahaya untuk wanita dan anak-anak, di mana kebanyakan pembunuhan terjadi saat wanita menunjukkan tanda-tanda ingin mengakhiri suatu hubungan. Sedangkan pembunuhan terhadap pria di dalam rumah terjadi saat pasangannya melakukan KDRT.

Hampir semua pembunuh berjenis kelamin pria mengatakan kalau mereka membunuh karena terlalu mencintai pasangannya. Para pembunuh mengaku kalau mereka merasa istrinya tidak terlalu mencintai mereka.

Namun, masalah sebenarnya bukan karena terlalu mencintai. Shadrack Kirunga, seorang ahli dalam bidang konseling hubungan mengatakan ada beberapa masalah yang terjadi dalam diri manusia hingga ia melakukan pembunuhan.

1. Emosi Tidak Stabil atau Belum Dewasa

Orang yang belum matang secara emosional biasanya tidak dapat melalui tekanan dengan baik. Ketika ada masalah dalam sebuah hubungan, biasanya masalah tersebut bukan sepenuhnya soal pasangan, namun bisa juga soal keuangan. Tekanan yang bercampur aduk inilah yang menyebabkan mereka –yang belum matang secara emosional- tidak dapat mengontrol kemarahan.

2. Pernah ada Kekerasan di Dalam Keluarga atau Lingkungan

Bagaimanapun, emosi juga terbentuk dari sebuah keluarga dan lingkungan. Orang yang tinggal di lingkungan penuh dengan kekerasan akan terbiasa dengan kejadian tersebut. Hal ini menyebabkan mereka juga mengikuti apa yang ada di lingkungan ketika menyelesaikan masalah dalam hubungan.

3. Obat-obatan dan Alkohol

Obat-obatan dan alkohol juga meningkatkan kemungkinan kekerasan yang dapat terjadi dalam sebuah hubungan. Hal ini disebabkan barang-barang tersebut dapat membuat Anda berpikir secara irasional.

Mungkin memang benar terkadang ada benang tipis antara benci dan cinta. Maka itu, Kirunga menyarankan, sebelum memulai sebuah hubungan, Anda harus matang secara emosi terlebih dahulu untuk menghadapi tekanan yang ada.

Komunikasi adalah salah satu hal yang penting bagi setiap hubungan, selain itu jagalah pasanga Anda.[][Cynthia Li]]