menonton TV
rd.com

DeveNews.Com-Jakarta. Kita tahu seberapa buruknya kebiasaan duduk berjam-jam ketika berada di kantor. Penelitian pun telah menyatakan bahwa duduk selama berjam-jam setiap harinya di depan komputer dapat membawa dampak buruk bagi seseorang, mulai dari meningkatkan resiko obestias, gangguan kardiovaskular hingga kematian dini.

Namun tidak semua kebiasaan duduk adalah hal jelek. Menurut sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal American Heart Association, peneliti menemukan fakta bahwa dampak buruk yang dibawa akibat duduk seharian di kantor masih jauh lebih ringan dibandingkan dengan kebiasaan menonton tv.

“Seseorang dapat menghabiskan waktu hingga berjam-jam untuk menonton tv tanpa beranjak dari kursi atau sofa. Sedangkan karyawan kantoran umumnya pasti akan merasa pegal dan berdiri sejenak dari kursi mereka beberapa kali dalam sehari untuk menghindari penat. Itulah letak alasannya,” jelas Keith Diaz selaku asisten profesor dari Columbia University Vagels College of Physicians and Srugeons. Keith juga menambahkan bahwa kebiasaan makan sambil menonton juga dapat memperburuk kondisi kesehatan seseorang.

Dalam studi ini, tim peneliti melakukan analisa gaya hidup dan kesehatan pada 3.600 partisipan di Mississippi AS selama delapan tahun. Setiap partisipan kemudian akan melaporkan waktu yang mereka habiskan setiap harinya untuk menonton tv, beraktivitas diluar ruangan dan bekerja. Tim menyatakan bahwa resiko gangguan jantung menurun secara signifikan jika partisipan rutin melakukan olahraga setiap harinya selama minimal 150 menit. “Penemuan ini menyatakan bahwa waktu yang dihabiskan seseorang diluar ruangan untuk beraktivitas membawa dampak positif yang drastis bagi kesehatan jangka panjang, terutama bagi mereka yang memiliki kebiasaan malas dan memilih untuk duduk sepanjang hari” jelas Keith.

Tim peneliti juga mengungkapkan bahwa walaupun studi ini berfokus kepada individu yang tinggal di Amerika, hasilnya dapat turut diterapkan pada setiap orang dengan gaya hidup serta rutinitas yang sama setiap harinya. “Now we aim to conduct further research to see if taking a short break from TV time could reduce heart disease risk.”

[Bella Setiawati]