Olahraga setiap hari
Sumber ; healthyplusliving.com

DeveNews.com – Jakarta. Olahraga Setiap Hari Dapat Memperpendek Hidup. Memilih untuk naik tangga dibanding naik lift mungkin menjadi salah satu kegiatan olahraga yang dilakukan oleh kebanyakan orang dengan rutinitas sibuk.

Kini, banyak orang dewasa yang tidak dapat olahraga setiap hari dengan teratur atau sekedar ke gym karena jadwal kerja yang begitu padat, oleh karena itu tidak heran kegiatan-kegiatan ringan yang juga tergolong ‘olahraga’ dilakukan disela-sela kesibukan.

Namun ternyata, menurut salah satu riset terbaru, olahraga setiap hari kurang dari 20 menit setiap harinya justru dapat berimbas buruk bagi kesehatan dan jangka hidup seseorang. Di tahun 2008, US Department of Health and Human Services mengeluarkan panduan mengenai cara berolahraga aerobik dalam kurun waktu lebih dari 20 menit setiap harinya.

Panduan ini juga menggaris bawahi bahwa aerobic harus dilakukan dalam waktu tidak kurang dari 20 menit karena manfaat kesehatan yang akan dihasilkan dapat menurun drastis.

Hal yang sama juga dikemukakan oleh Professor William E. Kraus dari Duke University School of Medicine bahwa aktivitas biasa yang ‘melelahkan’ fisik dengan olahraga adalah dua hal yang berbeda . “Lebih dari 30 tahun masyarakat percaya bahwa beberapa aktivitas fisik yang melelahkan sudah termasuk dalam kategori olahraga.

Baca Juga : https://www.devenews.com/olahraga-yang-baik-bagi-ibu-hamil/

Well, it will still provide health benefits, if only they do it 10 minutes more. Hal-hal seperti memilih naik tangga dibanding lift atau sengaja parkir lebih jauh dari tempat tujuan bahkan memakan waktu kurang dari 10 menit. Hal-hal seperti ini hanya akan menyusahkan diri orang tersebut. This is not exercising,” jelasnya.

Dalam studi terbarunya berjudul “Moderate to Vigorous Physical Activity and All Cause Mortality : Do Bouts Matter ?” yang dipublikasikan dalam jurnal American Heart Association pada tanggal 22 Maret silam, Professor William dan tim penelitinya dari National Cancer Institute menginvestigasi seberapa lama durasi yang dibutuhkan setiap harinya agar benar-benar membawa dampak yang positif bagi kesehatan dan jangka hidup seseorang.

Penelitian ini mengumpulkan data dari 4.840 partisipan berusia diatas 40 tahun di Amerika yang dikumpulkan oleh National Health and Nutrition Examination Survey dari tahun 2003 hingga 2006. Selama seminggu, partisipan menggunakan accelerometers, yaitu alat yang dapat mengukur seberapa sering mereka bergerak dan melakukan aktivitas fisik sehari-hari yang melelahkan selain berolahraga. Peneliti kemudian menggunakan data tersebut untuk kembali mendata berapa jumlah partisipan yang masih sehat secara fisik di tahun 2011.

Hasil penelitian pun menunjukkan bahwa dari jumlah partisipan sebelumnya, 700 diantaranya telah tutup usia. Partisipan yang bergerak selama lebih dari 20 menit setiap harinya memiliki kondisi fisik yang jauh lebih sehat dan tidak memiliki tanda-tanda penyakit serius dibanding mereka yang tidak mencapai waktu 20 menit.

Menurut American Heart Associations, selain melakukan aktivitas fisik yang melelahkan, partisiapn tersebut juga melakukan kegiatan lainnya seperti rutin berjalan kaki, bersepeda 10 mil per jamnya, mengikuti kelas menari dan lain sebagainya. [][Bella Setiawati]]

Editor : Shofi Muhaya