Sumber : National Health Online

DeveNews.com – Jakarta.  Apakah Anda familiar dengan istilah ‘panic attack’ atau serangan panik yang sering kali dialami banyak orang namun tidak disadari secara langsung? Mungkin masih banyak orang yang belum sadar akan bahaya dari serangan panik. Bagi sebagian orang, serangan panik tidak hanya sekedar kondisi emosional semata namun juga mengancam kesehatan.

Dilansir dari National Health Online, beberapa gejala panic attack yang harus diwaspadai adalah ketika rasa sakit pada dada muncul, sesak nafas, jantung berdebar tidak karuan, mata gelap, hingga pusing seperti mau pingsan dan kehilangan kendali.

Panic Attack Mengancam Kesehatan Anda! Waspadalah!

Banyak orang yang tidak sadar akan gejala dari serangan panik ini sehingga penderita kemudian dilarikan ke UGD. Masalahnya, serangan panik bukan penyakit menetap sehingga ketika ketakutan dan emosi mereda, demikian juga dengan gejalanya. Hasilnya, saat menjalani pemeriksaan, si penderita sebenarnya baik-baik saja.

Menurut para ahli medis, serangan panik attack ini biasanya terjadi paling parah selama 15-20 menit pertama. Walaupun reaksinya bisa berlangsung hingga 1-2 jam, setelah masa ‘kritis’ terlewati, kondisi akan berangsur-angsur hilang.

Tidak semua orang memiliki habit serangan panic. Biasanya yang mengalami hal ini sudah memiliki karakter pencemas sejak kecil. Ada juga yang kurang memiliki regulasi stress yang kurang baik sehingga kondisi emosi sangat mudah tidak terkontrol.

Semakin bertambahnya kasus panic attack juga sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan masyarakat saat ini. Dengan bertambahnya pemicu stress seperti ketegangan pekerjaan hingga kondisi keamanan masyarakat, semakin banyak orang yang mudah terkena serangan panic.

Kasus panic attack ini bukan masuk dalam golongan penyakit medis, namun lebih mengarah kepada kondisi kejiwaan. Maka itu jika Anda merasa sangat sering mengalami gejala-gejala berbahaya seperti di atas ketika sedang merasa cemas, segera periksakan diri ke psikiater.

Selain itu, bagi Anda yang memang terdiagnosa kerap kali mengalami serangan panik, jangan langsung bergantung terhadap obat penenang untuk mengatasi masalah ini. Pada dasarnya saat serangan panik melanda, Anda perlu mengkomunikasikan masalah tersebut dengan orang lain agar serangan tidak semakin parah.

Kehadiran orang lain di dekat Anda dapat memberikan dukungan dan juga dapat menenangkan diri Anda. Biasakan untuk tidak menyimpan semua kecemasan dan ketakutan seorang diri agar munculnya serangan panik dapat diatasi.

Dengan terapi dan penanganan emosi yang tepat, Anda seharusnya tidak perlu lagi mengalami serangan panic attack yang mengganggu.[][Donna F]

Editor : Shofi Muhaya