Penyakit Jantung
Sumebr : macleans.ca

DeveNews.com – Jakarta. Setiap pasien wanita yang memiliki masalah kardiovaskular kini memiliki kesempatan untuk sembuh hingga dua kali lipat apabila dirinya menjalani perawatan dengan sesama dokter atau perawat wanita, terutama penyakit jantung.

Dilansir dari medicaldialy.com, studi berjudul “Patient-physician gender concordance and increased mortality among female heart attack patient” ini dipublikasikan dalam jurnal National Academy of Science. Studi ini meneliti 582.000 partisipan wanita yang pernah masuk Unit Gawat Darurat di Florida akibat serangan atau penyakit jantung.

Peneliti juga menganalisa data tersebut dalam jangka waktu 19 tahun yakni mulai dari tahun 1991 hingga 2010. Ketika dirawat oleh dokter wanita, 11.8% dari pasien lelaki dan 12% dari pasien perempuan meninggal. Namun jumlah ini jauh lebih sedikit dibanding yang ditangani oleh dokter lelaki yakni 12.6% untuk pasien lelaki dan 13.3% untuk pasien perempuan.

Dalam penelitian ini, tim juga turut meneliti serangkaian faktor seperti umur, ras, latar belakang medis hingga kualitas rumah sakit tempat pasien tersebut menjalani perawatan. Kesimpulannya, para peneliti menemukan fakta bahwa dokter atau perawat wanita memiliki presentase kehidupan pasien yang lebih tinggi dibanding pria.

Baca Juga : https://www.devenews.com/kurangi-resiko-penyakit-jantung-dengan-konsumsi-secangkir-kopi-setiap-minggunya/

Selain itu, pasien wanita juga memiliki presentasi kesembuhan yang jauh lebih tinggi apabila dokter pria di dampingi oleh suster atau asisten perawat wanita. “These results suggest a reason why gender inequality in heart attack mortality persists. Most physicians are male, and male physicians appear to have trouble treating female patients.” Baru-baru ini , sebuah studi terbaru dari Kanada juga mengungkapkan bahwa wanita jauh lebih rentan untuk meninggal akibat serangan jantung dibanding lelaki akibat diagnosis yang salah dari dokter bersangkutan.

Studi juga mengungkapkan bahwa perawat dan dokter wanita memiliki kinerja dan performa yang jauh lebih baik dibanding pria terutama jika sudah menjurus pada penyakit tertentu. Selain itu, ahli bedah wanita dianggap lebih handal dibanding pria terutama dalam menangani operasi orang-orang berusia lanjut. “Wanita dapat menciptakan hubungan interpersonal yang jauh lebih akrab dengan pasien, begitu juga dengan bawahan atau asistennya,” jelas Seth Carnahan selaku peneliti dari Washington University. [][Bella Setiawati]]

Editor : Syarifah Shofi Muhaya