Piring Kecil
Sumber : mariostrifonos.com

DeveNews.com – Jakarta. Anggapan bahwa makan dengan menggunakan piring kecil akan secara otomatis mengurangi poris makanan ketika sedang diet. Faktanya, menurut salah satu studi yang dilakukan oleh para psikolog asal Israel, anggapan tersebut sama sekali tidak benar.

Dilansir dari laman mentalfloss.com, para peneliti kembali mengulik apakah tipuan otak atau yang biasa disebut sebagai Delboeuf Illusion (suatu tipuan yang menipu otak akan porsi yang dibutuhkan untuk merasa kenyang dengan makan menggunakan piring kecil) yang sempat populer di tahun 2012 silam akurat atau tidak.

Para peneliti yang berasal dari Ben-Gurion University di Negev, Israel, menyatakan bahwa keefektifan ilusi tersebut hanya dapat ditentukan berdasarkan seberapa kosong perut seseorang saat itu. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Appetite, tim peneliti menganalisa dua grup partisipan : grup yang makan 3 jam dan 1 jam sebelum eksperimen berlangsung.

Ketika peneliti mengeluarkan pizza dalam berbagai ukuran piring, grup yang tidak makan dalam beberapa jam memiliki penilaian lebih akurat dalam menilai ukuran pizza. Dengan kata lain, semakin lapar seseorang, maka semakin kecil kemungkinan mereka tertipu oleh ukuran piring yang berbeda.

Baca Juga : https://www.devenews.com/mencuci-piring-devenews-com/

Walaupun begitu, kedua grup sama-sama tertipu ketika peneliti menghadirkan objek ilusi dimana mereka harus menebak ukuran dari objek-objek seperti lingkaran hitam yang ada di dalam lingkaran putih. “Hal ini dilakukan untuk mendemonstrasikan faktor motiviasional seperti selera makan yang nantinya juga akan mempengaruhi bagaimana seseorang melihat makanannya.”

Studi juga menyimpulkan bahwa seseorang dengan berat badan berlebih memiliki resiko lebih rendah untuk tertipu ilusi tersebut dibanding mereka dengan berat badan normal. So go ahead and get a large plate every now and then. At the very least, it may save you a second trip to the buffet table.[][Bella Setiawati]]

Editor : Syarifah Shofi Muhaya