Saranjana

DeveNews.com – “Saranjana: Kota Ghaib” belum lama ini telah resmi tayang di bioskop tanah air, tepatnya pada 26 Oktober 2023 dengan durasi tayang selama 1 jam 38 menit. Film ini ber-genrehorror petualangan sekelompok remaja yang membentuk anggota band dan baru saja menyelesaikan penampilan mereka di Kalimantan. Suatu hari, salah satu anggota vokalis mereka menghilang dan diduga vokalis mereka telah dibawa ke sebuah Kota Ghaib bernama Saranjana.

DeVers, tahukah kamu mengenai kepercayaan keberadaan Kota Ghaib ini?

Saranjana adalah sebuah kota tak kasat mata yang dipercaya terletak di Pulau Kalimantan. Kota ini hanya bisa dilihat oleh mereka yang memiliki kemampuan ‘khusus’ atau para tamu yang memang diundang untuk datang ke kota tersebut. Tentunya, desas-desus mengenai Kota Saranjana ini tidak menyebar tanpa alasan, melainkan karena memang ada beberapa orang yang mengaku pernah ke kota tersebut, bahkan artis sekaliber Ari Lasso, Ifan dari Seventeen, dan Tantri dari Kotak diduga telah melakukan konser musik di kota tersebut. Setelah konsernya selesai, para tamu mendadak hilang dengan sangat cepat. Fenomena mistis ini tentu membuat ketiga artis tersebut sempat bergidik ngeri.

Ramainya perbincangan mengenai ada atau tidaknya kota ghaib ini membuat sebuah production house bernama DHF Entertainment terinspirasi untuk membuat film mengenai Saranjana. Penayangan film “Saranjana: Kota Ghaib” ini memang sempat disinggung sebelumnya dalam artikel DeveNews yang membahas tentang film horror apa saja akan tayang pada Oktober 2023 lalu. Film “Saranjana: Kota Ghaib” digarap oleh Johansyah Jumberan bersama Ridho Ivander Rama dan akan ditayangkan di negara-negara ASEAN lainnya. “Saranjana: Kota Ghaib” juga menghadirkan para bintang tanah air, di antaranya adalah Adinda Azani (Shita), Betari Ayu (Fitri), Irzan Faiq (Dion), Lutfhi Aulia (Rendy), Ajeng Fauziah (Vey), dan masih banyak lagi.

Penasaran dengan apa itu Kota Saranjana dan kisah seperti apa yang diangkat dalam film “Saranjana: Kota Ghaib”? Simak pembahasan berikut!

Mitos Kota Saranjana

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Saranjana adalah sebuah kota misterius yang menghilang dari peta. Memiliki ejaan jadul ‘Serandjana’, kota ini terletak di Kalimantan Selatan, Desa Oka-Oka, Kecamatan Pulau Laut Kelautan, Kotabaru dan telah menjadi legenda bagi masyarakat Kalimatan juga Borneo. Tempat ini sempat tercantum pada peta dan kamus yang dimuat pada masa Hindia-Belanda, di antaranya adalah Sketch Map of the Residency Southern and Eastern Division of Borneo (1913), peta Isaac Dornseiffen (1868), peta Salomon Muller (1845), dan kamus Pieter Johannes Veth (1869). Walaupun demikian, banyak versi juga mengatakan kota ini terletak di tempat lain seperti Teluk Tamiang, Pulau Laut, dsb. Kota ini juga dikaitkan dengan legenda Gunung Sebatung.

Terlepas dari lokasi yang belum bisa terlalu dipastikan kebenarannya, masyarakat yang pernah mengunjungi kota ghaib tersebut mengatakan bahwa kota ini dihuni oleh jin muslim dan manusia yang telah sampai ke level ghaib. Saranjana adalah kota futuristik yang sangat modern, memiliki budaya canggih, banyak gedung bertingkat, dan paras para penduduknya juga tampak cantik dan gagah. Namun, mereka tidak memiliki philtrum.

Sinopsis “Saranjana: Kota Ghaib”

Band ‘Significant’ baru saja menyelesaikan konser mereka di Kalimantan Selatan sampai tiba-tiba saja vokalis mereka, Sitha, menghilang setelah konser selesai. Sitha diduga dibawa ke sebuah kota misteris yang disebut sebagai Kota Saranjana oleh masyarakat setempat. Dengan bantuan penduduk, para anggota band berusaha untuk menjemput Sitha dari kota tersebut dalam waktu tujuh hari. Apabila mereka kehabisan waktu maka Sitha akan terjebak di sana selamanya. Mampukah ‘Significant’ yang tersisa menyelamatkan vokalis mereka?

Pendapat Terhadap Film “Saranjana: Kota Ghaib”

Popularitas namanya membuat banyak warga Indonesia menantikan film yang mengangkat kota legenda ini. Namun, sayang sekali untuk review filmnya tidak mencapai ekspetasi dari mayoritas penonton yang sangat menantikan penayangannya. Banyak yang memberikan masukan bahwa film horror “Saranjana: Kota Ghaib” memberikan angin segar untuk horror Indonesia, di mana para hantu yang muncul tidak hanya diperlihatkan secara unik, tetapi juga mengedepankan unsur-unsur kepercayaan, mitos, dunia perdukunan, dan masih banyak lagi. Akan tetapi, film ini mulai mendapatkan masukan  setelah memasuki pertengahan hingga akhir karena dinilai terlalu tak sesuai dengan bagaimana kota ini digambarkan selama ini, yaitu modern, futuristik, dan dihuni oleh bangsa jin. Latar tempat Saranjana justru tak ada bedanya dengan kota pada umumnya dan terlalu ‘datar’. Hal ini bisa dimengerti karena untuk membuat efek modern tentunya membutuhkan sentuhan CGI (computer generated imagery) yang baik dan set property (hard set) yang baik juga. Namun, semua itu membutuhkan budget yang tidak sedikit. 

Sekian informasi mengenai Saranjana, tempat yang menginspirasi pembuatan film “Saranjana: Kota Ghaib” versi DeveNews. Semoga DeVers di luar sana menikmati pembahasan kali ini, ya!

[Felicia]