Liburan sendirian - devenews.com
Sumber Gambar : quietrev.com

DeveNews.Com. Liburan identik dengan kembali ke rumah dan berkumpul bersama keluarga, teman dan orang-orang terkasih. Namun nyatanya, kini hal tersebut tidak berlaku bagi semua orang. Bisa jadi kamu yang sedang single, jauh dari keluarga dan teman akrab tidak bisa kembali berkumpul untuk liburan karena berbagai macam alasan, sehingga kamu harus menghabiskan liburan seorang diri.

Dealing with such scenarios especially in a season which is all about togetherness, can be challenging. Dilansir dari laman medicaldialy.com, mereka khususnya kaum urban, seringkali harus menghabiskan liburan terpanjang di akhir tahun seorang diri.

“Pastinya hal ini akan membawa dampak stress pada setiap orang jika harus menghabiskan waktu sendirian disaat orang lain dapat berkumpul bersama keluarganya. Selain stress, hal ini secara tidak langsung dapat menyebabkan isolasi berkepanjangan dan perasaan menyiksa,” jelas Kory Floyd selaku profesor dari College of Social and Behavioral Sciences, Arizona.

Walaupun tidak ditunjukkan secara jelas dan signifikan, kesepian dapat membawa dampak berbahaya bagi kesehatan fisik dan mental seseorang. Penyakit kronis yang disebabkan oleh menurunnya kemampuan kognitif, makan tidak teratur hingga kecanduan terhadap teknologi dapat terjadi pada mereka yang sering menyendiri.

Namun semua itu dapat dicegah jika kita mau mulai mengubah kebiasaan sehari-hari untuk membantu mengatasi kesepian diri. Sebagai permulaan, kita dapat melakukan relaksasi dan mulai menghindari diri dari berbagai macam ekspektasi dari lingkungan sekitar. Selain itu, mengurangi penggunaan media sosial juga dapat membawa dampak positif bagi kesehatan mental individu. “Sometimes you notice that it often makes you feel worse by inducing a comparison between you and your friends,” jelas Kory.

Melakukan kegiatan amal seperti menjadi sukarelawan juga dapat membawa banyak manfaat positif bagi dirimu. Salah satu studi di tahun 2017 mengungkapkan bahwa melakukan kegiatan amal minimal 2 jam dalam seminggu dapat mengurangi rasa kesepian pada seseorang.  Selain itu, melakukan kegiatan positif yang melibatkan fisik dan otak ketika berada di rumah juga dapat membantu mengatasi kesepian, seperti membaca buku, melakukan video call dengan teman lama, melakukan olahraga ringan atau membersihkan rumah sambil mendengarkan musik.

“If you find yourself alone, depressed, or stressed out during this time of the year, the first thing you can do is reframe your thinking. If you know you’re going to be alone during the holidays, see it as a time for solitude, rest and relaxation, and just a break from everything and everyone,” tambah Kory.

[Bella Setiawati]