Sumber : amazonaws.com

DeveNews.com-Jakarta. Ternyata manusia bukanlah satu-satunya makhluk hidup yang dapat terjangkit virus flu. Dilansir dari laman mentalfloss.com, ternyata hewan peliharaan khususnya anjing dan kucing, juga memiliki resiko yang sama besarnya untuk terkena flu. Tidak hanya itu, sebagian besar kematian anjing yang terjadi di Amerika Serikat pada hewan peliharaan berbulu ternyata disebabkan oleh flu !.

Flu yang diderita manusia umumnya disebabkan oleh virus yang terus menerus membelah diri dengan agresif di dalam tubuh. Virus yang mewabah khususnya di bulan-bulan dingin seperti musim dingin dan hujan ini memiliki dua tipe virus tipe A yang dapat menjangkiti manusia dan hewan. Pada hewan, virus H3N8 dan H3N2 adalah dua jenis virus influenza yang paling sering ditemukan. Virus ini dapat menyebar dan menular dengan mudah melalui gonggongan, batuk dan bersin

Menurut American Veterinary Medical Association, gejala flu yang dialami oleh hewan berbulu juga mirip dengan gejala umum yang terjadi pada manusia seperti batuk, bersin, hidung mampet, mata berair hingga demam. “ It looks like kennel cough, but [the dogs] get sicker faster,” jelas Anita Moore selaku dokter hewan dari Lothian, Maryland. Menurutnya, dibanding jenis binatang peliharaan lainnya, anjing lebih rentan untuk terkena flu. “Umumnya pada hewan, flu tersebut dapat sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu tiga minggu, tapi jika hewan tersebut sedang dalam kondisi lemah dan terkena flu, maka hal tersebut dapat membunuhnya.”

The Cornell University of Veterinary Medicine melaukan penelitian secara online melalui peta cctv untuk melacak tingkat transmisi virus flu pada anjing di Amerika. Dalam kurun waktu 45 hari, sedikitnya 109 anjing telah positif terjangkit virus influenza di berbagai wilayah AS, yakni California, Kentucky, Ohio dan Michigan.

Virus influenza H3N8 sendiri pertama kali ditemukan menjangkiti sekelompok anjing dengan ras greyhound pada tahun 2004 di Florida. Sedangkan, virus H3N2 pertama kali teridentifikasi menyebar di Asia sekitar tahun 2006-2007. Di Amerika sendiri, virus tersebut baru ditemukan di sekitar area Chicago pada tahun 2015 dan juga turut menjangkiti kucing-kucing yang ada diwilayah tersebut.

Sebagai pemilik hewan peliharaan berbulu, ada banyak cara yang dapat kamu lakukan untuk mencegah peliharaa kesayanganmu terjangkit virus flu. Salah satu langkah dasar yang dapat dilakukan adalah dengan memvaksin hewan peliharaan secara rutin setiap tahunnya. “It’s in your pet’s best interest to get the shot, Moore says, as they can easily catch the flu at the groomers, the kennel, or while traveling,” jelas Anita.

Jika hewan peliharaan sudah menujukan adanya gejala flu, maka membawanya secepat mungkin ke dokter hewan adalah salah satu pilihan terbaik. Umumnya, jika hewa positif terkena flu, dokter akan memberikan suntikan antibiotik dan mengkarantin hewan tersebut selama 3 minggu untuk menghindari kontak dengan bakteri lain yang dapat memperparah kondisi tubuhnya. “ You don’t need to worry about yourself, though. your home can be sterilized with a bleach solution, although canine influenza viruses typically only survive in the environment for up to 48 hours,” tambah Anita. [][Bella Setiawati]]

Editor : Shofi Muhaya