Fungsi tidur meningkatkan kualitas fungsi otak
Sumber : steptohealth.com

DeveNews.com- Jakarta. Bisakah tidur meningkatkan kualitas memori otak??, banyak dari kita yang kesulitan dalam membuat keputusan dari kedua pilihan tersebut, terutama bagi para mahasiswa atau pekerja kantor yang selalu dikejar deadline. Penelitian telah memberikan hasil yang jelas bahwa tidur terlalu larut dapat memberi dampak negatif bagi susunan kualitas memori otak.

Terlambat tidur beberapa jam saja tiap malamnya dapat mengganggu konektivitas saraf / neuron pada bagian hippocampus di otak kita hingga mempengaruhi kualitas memori otak. Hippocampus sendiri merupakan bagian otak yang berperan penting dalam menyimpan memori sehari-hari. Jadi tidur dapat meningkatkan kualitas memori otak bukan?

Penelitan terbaru yang dilakukan oleh ilmuwan asal Inggris menemukan faktatentang kualiats memori otak seseorang, bahwa orang yang menghafal atau mempelajari suatu materi dan tetap tidur tepat waktu memiliki ingatan akan materi tersebut jauh lebih baik dibanding mereka yang melewati jam tidur untuk mempelajarinya.

Baca Juga : https://www.devenews.com/sering-insomnia-atasi-dengan-7-cara-ampuh-ini/

Scott Cairnet dan Bernhard Staresina selaku pemimpin riset dari University of York dan Univeristy of Birmingham menyatakan bahwa hal ini disebabkan adanya peningkatan level aktivitas otak secara drastis ketika kita mencapai tahap kedua dalam proses tidur. Dalam tahap ini, tubuh dan otak kita bersiap untuk masuk ke dalam tahap yang lebih dalam dengan memperlambat detak jantung dan pergerakan mata (REM).

Meningkatkan Kualitas Memori Otak
Sumber : Dubasylum.co.nz

Dilansir dari medicaldaily.com, Siklus tidur yang tepat akan memperkuat kualitas ingatan dan memori seseorang. Hal ini juga telah terbukti dari penelitan-penelitian sebelumnya. Disini, kami ingin menginvestigasi lebih jauh mengenai reaktivasi memori yang terjadi di dalam otak selama kita melewati siklus tidur tersebut,” jelas Scott.  Timnya mengajak 46 partisipan untuk menghafal beberapa gambar sebelum tidur, dan selama mereka terlelap, banyak yang mengakui bahwa mereka kembali ‘melihat’ gambar tersebut di dalam siklus tidurnya, yakni dalam bentuk mimpi.

“Ketika partisipan terbangun setelah tertidur lelap, kami menanyakan kembali gambar yang telah mereka lihat sebelumnya dengan detil. Dan ternyata hal tersebut berhasil. Banyak dari partisipan yang dapat mengingat objek dalam suatu gambar dengan detil,” tambah Scott. Aktivtias otak selama proses tidur berlangsung juga dimonitor menggunakan electroencephalogram (EEG) agar peneliti dapat melihat proses relevan yang menghubungkan aktivasi memori selama siklus tidur terjadi. “Selama penelitian berlangsung, data yang kami dapatkan menunjukkan bahwa siklus tidur jelas dapat memperkuat memori yang sudah ada dengan lebih akurat,” jelas Bernhard.

Hasil signifikan dari penelitian ini juga mempermudah peneliti dalam membedakan sinyal otak dalam mengingat suatu objek memori baik dalam bentuk gambar maupun kata melalui kode spesifik yang dihasilkan otak untuk kembali mengingat hal tersebut. “ When you are awake you learn new things, but when you are asleep you refine them, making it easier to retrieve them and apply them correctly when you need them the most.  This is important for how we learn but also for how we might help retain healthy brain functions,” tambah Bernhard. [][Bella Setiawati]]

Editor : Shofi Muhaya