Bahaya Berenang DI laut
huffingtonpost.com

DeveNews.Com-Jakarta. Berlibur ke pantai sepertinya akan menjadi liburan musim panas yang sempurna, ditambah dengan indahnya debur ombak dan sinar matahari. Namun, sebaiknya kamu tetap harus mengetahui jika ingin menghabiskan waktu di pantai dengan berenang di laut. Dilansir dari laman medicaldialy.com, sebuah studi menyatakan bahwa lautan merupakan tempat dengan populasi bakteri tertinggi yang dapat menginfeksi kulit.

Rendahnya kualitas air laut kini menjadi salah satu alasan mengapa kamu perlu berpikir ulang untuk berenang langsung di lautan. Banyak turis yang pernah berlibur di pantai pun pernah mengalami kasus infeksi yang berhubungan dengan kulit, telinga, pernafasan hingga pencernaan setelah berenang di laut. “Data kami menunjukkan bahwa kontak langsung dengan air laut secara tidak langsung dapat mengubah tatanan dan komposisi mikrobiom pada tubuh manusia. Ketika berenang, air laut dapat menghilangkan bakteri baik yang menempel pada bagian luar tubuh kita, sehingga bakteri jahat lebih mudah menempel,” jelas Marisa Chattman Nielsen selaku pemimpin penelitian dari University of California.

Untuk studi ini, Marisa dan timnya mengumpulkan sembilan partisipan dan memonitor kondisi kulit mereka sebelum dan sesudah berenang di laut. Tim juga mengambil sample bakteri dari kulit luar masing-masing partisipan 10 menit sebelum berenang, diikuti dengan pengambilan sample selanjutnya seminggu setelahnya. Sebelum tereskpos air laut, setiap partisipan memiliki jumlah komunitas bakteri kulit yang berbeda-beda. Sedangkan setelah berenang, tiap partisipan memiliki jumlah mikrobiom yang hampir sama menempel pada kulit mereka.

“Salah satu hal yang menarik disini adalah fakta bahwa spesies Vibrio, yakni bakteri penyebab kolera, ditemukan dalam jumlah banyak menempel pada tubuh partisipan sesudah berenang di laut. Bahkan jumlah tersebut tidak berkurang setelah partisipan mengeringkan tubuh dan terus ada selama berhari-hari,” tambahnya. Marisa juga menyatakan bahwa bakteri Vibrio tidak bersifat patogen, yang berarti mereka akan menempel jauh lebih lama pada kulit, bahkan dapat masuk hingga pori terdalam kulit. “Mikrobiom atau bakteri baik yang ada pada kulit melindungi tubuh kita dari berbagai macam penyakit, sekaligus memblok kulit dari berbagai macam penyakit dan infeksi. That’s why it’s super important for our skin’s health,” tutup Marisa.

[Bella Setiawati]